OTAKKU BEKU!!
LOGIKAKU MATI!!
MEREKA TERUS BISA MENARIKKU KEMBALI. DI TEMPAT YANG SAMA, KEJADIAN SERUPA, DIMANA SEJARAH BURUK TERULANG LAGI!!!!
Senin, 18 Mei 2009
Diposting oleh _r@tih di 19.29 0 komentar
Senin, 11 Mei 2009
Minggu, 10 Mei 2009
memikirkan langit dan bumi lusanya tak terhingga,
munguncurkan air mata karena sadar kesendirian diri.
Itu bukan kepiluan, bukan kesepian.
Itu adalah keindahan.
Keindahan yang dapat menggetarkan sukma!
Keindahan yang juga dapat mematahkan semangat!
Seseorang yang belum pernah merasakan dasar keindahan ini, berarti yang dia miliki benar-benar kehidupan yang sepi!
Diposting oleh _r@tih di 22.17 0 komentar
Senin, 04 Mei 2009
Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya,
Gurunya menjawab,
“Ada ladang gandum yang luas di depan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?”
Plato menjawab,
“Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat ku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru ku sadari bahwasanya ranting - ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak ku ambil sebatangpun pada akhirnya. “
Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”
Perkawinan
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,
“Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?”
Gurunya pun menjawab,
“Ada hutan yang subur di depan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”
Plato pun menjawab,
“Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi di kesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya“
Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”
— What’s The Point ?? —
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan… tiada sesuatupun yang di dapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.
Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya. Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena sebenarnya kesempurnaan itu HAMPA adanya.
Diposting oleh _r@tih di 20.27 0 komentar

